Merefresh Karakter, Kepala MTsN 4 Bantul Amanatkan Budaya “5S” Lagi pada Apel Pagi

Bantul (MTsN 4 Bantul) – Sejauh 2 tahun pandemi berlangsung, siswa/i menempuh Pendidikan dalam jaringan (daring) dan tidak berjumpa dengan bapak dan ibu guru. Pendidikan luar jaringan (luring) baru saja dilangsungkan pada awal Januari 2022 ini, termasuk MTsN 4 Bantul yang mulai menertibkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)  bertahap 100% pada awal semester genap, tepatnya pada 4 Januari 2022 silam. Siswa yang jarang bertemu dengan bapak dan ibu guru masih terbawa kebiasaan belajar daring dan seringkali abai dengan nilai 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun) disebabkan hampir 2 tahun tidak diterapkan di sekolah/madrasah.

Senin pagi (17/1) ini MTsN 4 Bantul mengadakan apel pagi pertama sejak pembelajaran daring yang diikuti seluruh siswa/I madrasah, guru, dan pegawai yang dipimpin oleh Kepala Madrasah. Siti Solichah, S.Pd–Kepala MTsN 4 Bantul—menyampaikan 5S kepada siswa/I setelah menegaskan pentingnya baris berbaris dalam apel pagi tersebut. Dalam amanat Pembina apel terkait penyegaran dan penguatan karakter siswa, Siti Solichah menegaskan bahwa nilai adab/kesopanan harus didahulukan daripada ilmu intelektual.

“Siswa dan siswi MTsN 4 Bantul dididik di dalam madrasah. Seharusnya memang jauh lebih mengerti adab dan menerapkan 5S. Mohon menyapa bapak/ibu guru jika berjumpa, mohon ucapkan salam dan berbicara dengan Bahasa yang baik. Siswa dan siswi pasti mendapatkan mata pelajaran Bahasa Jawa sebagai warga Yogyakarta. Namun jika belum dapat menggunakan Bahasa Jawa secara krama inggil, maka pakailah Bahasa Indonesia yang baik. Karena Bahasa Indonesia tidak memakai strata sosial. Serta jangan pernah berbicara kepada bapak dan ibu guru seperti ngobrol dengan teman,” tegas Siti Solichah dalam amanat apel paginya. (liz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *